Sejarah Kepurun Masa Awal Kemerdekaan
Dalam sejarah perjuangan bangsa. Desa Kepurun banyak menyimpan kenangan sejarah, yaitu pada masa Agresi Militer II Belanda. Aksi yang dilakukan Belanda dengan tujuan kembali merebut wilayah kekuasaan jajahannya. Aksi dimulai dengan menyerang Lapangan Udara Maguwo, Yogyakarta. Taktik yang digunakan Belanda dengan mengadakan serangan kilat atau Blitzkrieg.Berhasil menguasai Kota Yogya dan para pemimpin RI dapat ditangkap dan ditawan.
Menghadapi serangan Belanda, TNI menerapkan taktik Pertahanan Rakyat Semesta yaitu perang gerilya secara total dengan cara menyebarkan kekuatan di seluruh wilayah yang disebut kantong-kantong perlawananan.
Perintah Kilat no.1 tgl 12 Juni 1948 dari Jenderal Sudirman selaku Panglima Besar Angkatan Perang RI, sebagaimana tertulis pada prasasti di belakang monumen PARATA MBKD Kepurun berisi:
- Kita telah diserang
- Pada tanggal 19-12-1948 angkatan perang Belanda menyerang kotaYogyakarta dan lapangan terbang Maguwo.
- Pemerintah Belanda telah membatalkan persetetujuan gencatan senjata.
- Semua angkatan perang menjalankan rencana yang telah ditetapkan untuk menghadapi serangan Belanda.
Akhirnya dibentuk struktur pemerintahan militer antara lain:·
- Markas Besar Komando Djawa (MBKD) berpusat di Kepurun, Manisrenggo, Klaten dibawah pimpinan Kolonel AH. Nasution
- Markas Besar Komando Sumatera (MBKS) berpusat di Medan, Sumatera Utara dipimpin Kolonel Hidayat
Yang bertugas melaksanakan pemerintahan militer dan merencanakan perlawanan bersenjata terhadap Belanda.
Perang rakyat semesta berencana dengan penuh kesadaran Nasional mulai digerakkan di seluruh Nusantara untuk mengusir kolonialis Belanda yang akan menjajah kembali Indonesia dengan menduduki ibu kota RI di Yogyakarta.

